Wisata tidak selalu harus dilakukan dengan mengunjungi tempat yang jauh. Di tengah lingkungan perkotaan terdapat banyak hal yang dapat dipelajari dari kehidupan masyarakat. Kampung Markisa di Sukorame menjadi salah satu contoh bagaimana lingkungan tempat tinggal dapat berkembang menjadi ruang belajar bagi masyarakat.

Kampung Markisa menghadirkan pengalaman untuk mengenal urban farming secara lebih dekat. Pengunjung dapat melihat bagaimana masyarakat memanfaatkan ruang di sekitar rumah untuk menanam dan merawat tanaman markisa.

Selain belajar mengenai budidaya tanaman pengunjung juga dapat mengenal berbagai kegiatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Penghijauan pengelolaan sampah dan kegiatan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan Kampung Markisa.

Kegiatan tersebut memberikan gambaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Lingkungan yang bersih hijau dan nyaman dapat tercipta ketika masyarakat memiliki kepedulian dan bergerak bersama.

Kampung Markisa juga menjadi ruang untuk mengenal potensi ekonomi lokal. Hasil budidaya dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha.

Melalui konsep wisata edukasi Kampung Markisa ingin menunjukkan bahwa proses belajar dapat berlangsung di mana saja. Dari tanaman markisa pengunjung dapat belajar tentang lingkungan pertanian kreativitas ekonomi lokal dan pentingnya gotong royong.

Setiap sudut kampung memiliki cerita. Setiap tanaman memiliki proses dan setiap kegiatan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan Kampung Markisa yang terus tumbuh.

Tags :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest